Membangun Ukhuwah Islamiyah melalui Silaturahmi

MATANGASA, Bandung -Kata silaturahmi dalam masyarakat Indonesia merupakan sebuah kata yang sudah tidak asing lagi, bahkan kegiatan silaturahmi dalam masyarakat Indonesia sudah membudaya dan  merupakan sebuah keharusan, terutama bagi masyarakat Indonesia yang beragama Islam. Silaturahmi sendiri dalam ajaran Islam merupakan salah satu cara dalam menjalin dan mewujudkan ukhuwah islamiyah. Dalam mewujudkan ukhuwah islamiyah di masyarakat dapat dilakukan dengan cara menerapkan konsep silaturahmi dalam kehidupan bermasyarakat. Mengaplikasikan konsep silaturahmi dalam masyarakat merupakan salah satu perwujudan dalam menjaga Ukhuwah Islamiyah sehingga persaudaraan dalam masyarakat dapat terjalin dengan baik.

Secara bahasa sendiri kata Ukhuwah Islamiyah memiliki arti persaudaraan antara sesama. Kegiatan ukhuwah islamiyah sendiri bertujuan agar menimbulkan sikap saling menolong, saling pengertian dalam masyarakat sehingga persatuan dalam masyarakat bisa terbentuk. Sikap saling menolong, saling pengertian dalam masyarakat dapat terjalin dengan baik dan kuat apabila penerapan konsep silaturahmi dalam masyarakat dapat teraplikasikan dengan baik dan benar.  Sebab konsep silaturahmi  merupakan sebuah pondasi dasar dalam membentuk  prilaku masyarakat supaya memiliki sikap saling menolong dan saling memperhatikan antara sesama.

Sebagaimana yang diterangkan dalam Shahîh al-Bukhâri dan Shahîh Muslim, dari Abu Ayyûb al-Anshârî:

أَنَّ رَجُلًا قَالَ : يا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي بِمَا يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ وَيُبَاعِدُنِي مِنَ النَّارِ فَقَالَ النَّبِيُّ : لَقَدْ وُفِّقَ أَوْ قَالَ لَقَدْ هُدِيَ كَيْفَ قُلْتَ ؟ فَأَعَادَ الرَّجُلُ فَقَالَ النَّبِيُّ : تَعْبُدُ اللَّهَ لَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتَصِلُ ذَا رَحِمِكَ فَلَمَّا أَدْبَرَ قَالَ النَّبِيُّ : إِنْ تَمَسَّكَ بِمَا أَمَرْتُ بِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Bahwasanya ada seseorang berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku tentang sesuatu yang bisa memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkanku dari neraka,” maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh dia telah diberi taufik,” atau “Sungguh telah diberi hidayah, apa tadi yang engkau katakan?” Lalu orang itupun mengulangi perkataannya. Setelah itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu pun, menegakkan shalat, membayar zakat, dan engkau menyambung silaturahmi”. Setelah orang itu pergi, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika dia melaksanakan apa yang aku perintahkan tadi, pastilah dia masuk surga”. Selain itu, manfaat dari melakukan silaturahmi adalah dapat memperpanjang usia, mempermudah rezeki.

Baca Juga :  Kriminalisasi Kata

Berdasarkan uraian di atas mengenai penjelasan akan manfaat dan fadhillah silaturahmi dalam kehidupan masyarakat dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa kegiatan menyambung silaturahmi dalam kehidupan sehari memiliki dampak yang sangat besar baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Selain itu, manfaat melakukan kegiatan silaturahmi sendiri bagi bangsa dan negara dapat menjadi modal dasar dalam menjalin persatuan dan kesatuan antar masyarakat.

Kegiatan silaturahmi sendiri apabila di pandang dari konsep Ilmu Sosiologi memiliki kesamaan arti dengan konsep interaksi sosial. Pada dasarnya konsep silaturahmi dengan konsep interaksi sosial sama-sama menekankan pada hubungan masyarakat yakni  bagaimana masyarakat menjalin dan melakukan suatu hubungan dengan masyarakat secara baik dan benar

Sehingga dapat menimbulkan sebuah proses sikap saling mengerti dan perhatian  di tatanan masyarakat. Karena pada dasarnya manusia memerlukan sebuah hubungan antara idividu dengan individu, individu dengan kelompok atau kelompok dengan kolompok yang merupakan dasar dari sebuah interaksi sosial dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Interaksi sosial  sendiri memiliki arti sebagai hubungan sosial yang dinamis, yang menyangkut hubungan antara seorang dengan orang lain, antara kelompok-kelompok manusia maupun antara orang dengan kelompok manusia. Oleh karena itu,  interaksi sosial dengan konsep silaturahmi memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung kehidupan masyarakat baik masyarakat yang berada di kota maupun masayarakat yang tinggal di pedesaan.

Akan tetapi, seiring dengan arus globalisasi yang terus masuk ke semua aspek kehidupan memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat khususnya dalam menjalankan kegiatan silaturahmi, dimana dengan arus globalisasi yang kian maju dan  pesatnya mengakibatkan dampak positif dan negatif pada kehidupan masyarakat salah satunya pada proses kegiatan silaturahmi di masyarakat. Pada era sekarang ini, masyarakat dapat dengan mudah melakukan kegiatan silaturahmi dengan cepat dan praktis yaitu dengan menggunakan media telekomunikasi sebagai alat berkomunikasi dengan masyarakat lainnya baik yang sifatnya jaraknya dekat maupun yang sifatnya jaraknya jauh. Namun, dengan adanya media alat komunikasi sekarang ini memberikan dampak negatif juga salah satunya membuat masyarakat lebih bersifat individualis dan tidak memiliki kepekaan sosial sehingga kegiatan sosial antar masyarakat menjadi berkurang bahkan jarang dilakukan.

Baca Juga :  Jetschool, Menjawab Tantangan Pendidikan Abad 21 secara Unggul

Oleh karena itu, untuk menumbuhkan kembali sikap dan perilaku ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan masyarakat perlu ditingkatkan kembali kegiatan-kegiatan yang dapat menunjukan sikap dan perilaku masyarakat seperti disediakannya ruang untuk berkumpul antara sesama warga masyarakat, mengadakan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan dilingkungan sekitar, mengadakan kerja bakti dan gotong royong dalam upaya mempererat silaturahmi dalam masyarakat. Upaya-upaya tersebut yang diperlukan saat ini dalam mengembalikan budaya silaturahmi dalam masyarakat.

(ar/fe)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *