Jetschool, Menjawab Tantangan Pendidikan Abad 21 secara Unggul

oleh Oki Suprianto

(Guru SMK Bina Warga Bandung)

Ringkasan:
  1. Pendidikan menjadi unsur penting dalam perkembangan suatu negara;
  2. Adanya perkembangan zaman yang disertai lahirnya revolusi industri 4.0 menuntut pendidikan harus mampu adaptif terhadap perubahan zaman tersebut;
  3. Tantangan pendidikan dari masa ke masa akan terus muncul dengan kadar yang berbeda, termasuk pada abad ke-21 ini;
  4. Kehadiran aplikasi Jetschool sebagai sarana pembelajaran memberikan jawaban terhadap tantangan pendidikan abad 21;
  5. Aplikasi ini bisa dioperasikan oleh para siswa, guru, dan murid sehingga setiap aktivitas siswa bisa dilihat langsung di sini.

Pendidikan  merupakan senjata terkuat yang dapat digunakan untuk mengubah dunia,  kurang lebih seperti itulah pesan dari Nelson Mandela. Pendidikan menjadi ujung tombak yang dapat digunakan sebagai media untuk mendidik, mengajarkan, dan memberikan teladan kepada anak. Melalui pendidikan, seorang anak belajar secara teoritis dan juga praktek. Tidak hanya itu mereka juga melakukan sosialisasi berbaur dengan rekan-rekannya di sekolah dan saling menghragai satu sama lainnya.

Berbicara soal pendidikan maka bukan sekadar mempersoalkan sekolah sebagai sarana untuk transfer ilmu dan pengetahuan dari guru ke siswa, namun masih ada juga unsur lainnya yang harus bejalan sinergis yaitu antara guru, murid, dan orangtua. Ketiga unsur tersebut tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lainnya, karena pendidikan yang dijalankan secara parsial oleh guru di sekolah tidak akan ada artinya tanpa ada pengawasan langsung atau pendidikan lanjutan juga oleh orang tua di rumahnya. Sebaliknya, guru di sekolah akan kewalahan jika pendidikan diserahkan secara sepenuhnya kepada pihak sekolah karena bagaimana pun juga pendidikan yang paling utama (primary) terletak di dalam internal keluarga. Oleh sebab itu, pendidikan berarti mendidik anak okeh guru dan juga orang tua.

Namun demikian, hal yang terjadi di lapangan orang tua tidak bisa sepenuhnya mengontrol sikap maupun perilaku anaknya di sekolah khususnya bagi orangtua yang berprofesi. Sedikit waktu yang bisa diluangkan untuk mamantau secara langsung bagaimana aktivitas dan kehadiran anaknya di sekolah. Hal yang sangat miris saat anak berpamitan kepada orantua untuk berangkat ke sekolah ternyata tidak tiba saat di sekolah melainkan malah asyik bermain di luar. Kondisi ini memungkinkan orangtua hanya bisa memantau kehadiran anaknya sekitar satu semester sekali atau 6 bulan sekali saat adanya pembagian raport.

Baca Juga :  Media Sosial sebagai Alat Komunikasi Politik

 

Tantangan Pendidikan Abad 21

Munculnya globalisasi membuka konsekuensi bagi masyarakat di setiap negara untuk menjadi bagian dari warga dunia (global citizenhip). Oleh sebab itu, sebagai bagian dari warga dunia, kita tidak bisa melepaskan diri dari situasi, kondisi, dan juga tuntutan masyarakat dunia, agar kita tetap eksis dan berpartisipasi aktif bagi perkembangan dunia. Untuk itu kita harus menyadari betul apa yang menjadi tuntutan perkembangan dunia saat ini khusunya dalam bidang pendidikan. Pada tataran global, terdapat tuntutan kompetensi yang jelas yang harus dimiliki oleh setiap individu untuk dapat eksis dalam percaturan kehidupan dunia. Hal tersebut dapat kita lihat dari pandangan Jonathan Anderson dalam buku “ICT Transforming Education: A Regional Guide”, yang diterbitkan oleh UNESCO Bangkok, tentang prestasi akademik yang menjadi tuntutan masa depan.

Pertama,  memiliki karakter sebagai pemikir. Pendidikan berkaitan erat dengan proses pembiasaan untuk merubah sikap dan perilaku seseorang, pemahaman terhadap materi ajar serta belajar untuk menyelesaikan suatu permasalahan yang dihadapi. Proses semua ini harus dihadapi dengan cara berpikir, mengolah pikiran, menyeimbangkan hati dengan perbuatan sehingga hasil dari buah pikirnya bisa menjadi solusi terbaik yang bisa diambil dan tidak justru membahayakan bagi dirinya sendiri.

Kedua, memiliki etos kerja yang tinggi sehingga produktif. Etos kerja yang dimaksud ialah keseriusan seorang siswa selama ia menuntut ilmu di bangku sekolah, kesungguhan serta kehati-hatianya dalam mengerjakan tugas sebagai bentuk tanggungjawabnya dalam rangka menyelesaikan studi-nya. Pada akhirnya ia dilatih dan diajarkan untuk bisa mempertanggungjawabkan setiap perbutannya, termasuk kehadirannya ke sekolah. Murid yang banyak bolos tanpa keterangan apa pun sudah pasti akan ketinggalan materi pelajaran dari teman-teman yang lainnya. Secara tidak langsung etos kerjanya pun kurang baik.`

Baca Juga :  Pencegahan Perilaku Korupsi Sejak Dini

Ketiga, memiliki keterampilan berkomunikasi. Zaman yang berkembang pesat saat ini sangat memudahkan setiap orang untuk melakukan komunikasi apa lagi siswa. Komunikasi yang dilakukan tidak hanya secara verbal tatap muka langsung akan tetapi bisa dilakukan melalui jarak jauh dengan alat komunikasi. Dengan adanya komunikasi, seseorang berarti telah bertukar informasi, berita bahkan bisa saling berbagi ilmu dan pengetahuannya antarsesama siswa sehingga dapat memperkaya khazanah keilmuannya.

Selanjutnya, yang terakhir, melek teknologi dan informasi. Tidak bisa diragukan lagi, dalam masa revolusi industri 4.0 ini para generasi milenial sudah tidak asing lagi dengan teknologi dan informasi yang berkembang dengan pesat ini. Oleh sebab itu, hal yang perlu diperhatikan ialah mengawasi penggunaan teknologi yang digunakan anak agar bisa dioperasikan dengan sebaik-baiknya agar hal-hal yang tidak diinginkan bisa terhindarkan.

 

Menghadapi Tantangan Pendidikan Abad 21

Pendidikan sebagai salah satu unsur penting dalam suatu negara karena di dalamnya terdapat banyak harapan lahirnya generasi yang unggul dan kompetitif. Oleh sebab itu, komponen penjunjang untuk berjalannya proses pendidikan sudah seharusnya mampu adaptif terhadap perkembangan zaman agar terus bisa menjawab setiap permasalahan yang muncul dari zaman tersebut. Salahsatu karya yang patut diapresiasi ialah dengan hadirnya aplikasi Jetschool. Aplikasi karya seorang guru Madrasah Sanawiah Attaqwa 03, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Najib Yusuf, dirancang untuk mencegah para siswa bolos dari sekolah. Selain itu, aplikasi ini didesain agar lebih memudahkan para orangtua dalam mengakses nilai dan kegiatan anaknya di sekolah karena aplikasi ini bisa diakses secara langsung oleh guru, siswa dan juga orang tua.

Ada beberapa keuntungan dari aplikasi ini dalam dunia pendidikan. Pertama abensi dilakukan secara sidik jari oleh siswa, selanjutnya hasilnya akan secara otomatis dapat dilihat oleh siswa, orang tua dan guru. Kedua, orangtua bisa langsung mengetahui rincian data siswa, nilai ujian hingga informasi administrasi keuangan sekolah. Dengan begitu orang tua tidak mesti menunggu selama enam bulan sekali untuk melihat hasil akademik anaknya selama sekolah.

Baca Juga :  Mengapa Anda Tidak Bunuh Diri?

Keuntungan ketiga dari aplikasi ini aplikasi Jetschool memberikan kemudahkan kepada siswa dalam hal belajar. Mereka dapat dengan mudah mengakses ringkasan materi dari setiap mata pelajaran melalui aplikasi ini. Tentunya, para siswa dapat belajar kapan dan di mana pun mereka berada. Selanjutnya keuntungan keempat, guru bisa secara efektif dan efisien dalam memberikan ulangan harian kepada siswa melalui aplikasi ini sehingga hasilnya pun bisa dengan cepat dilihat baik oleh para siswa bersangkutan dan juga oleh orangtua.

Kehadiran aplikasi ini bukan sekadar menguntungkan pihak guru, siswa maupun orangtua saja secara personal namun sekolah pun secara kelembagaan mendapatkan dampak positifnya juga. Sekolah dapat dengan mudah memberikan pelayanan dengan baik kepada para orangtua murid sehingga dalam beberapa hal pelayanan sekolah dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Jika sebelumya sekolah secara kelembagaan selalu melakukan kegiatan seremonial mengundang para orang tua wali untuk memberikan hasil belajar siswa selama beberapa semester sekali namun dengan aplikasi ini pengawasan orangtua siswa bisa dilakukan secara berkala setiap hari.

Namun demikian, meskipun aplikasi ini memebrikan kemudahan dari segi absensi, penilaian, sampai penyajian materi yang terintergras di dalamnya bukan berarti kedudukan guru dan orangtua cukup bergantung saja terhadap aplikasi yang satu ini. Lebih dari itu, tugas dan peran guru bukan sekadar sebagai pengajar saja melainkan sebagai pendidik. Oleh sebab itu, sikap dan perilaku baik tetap harus dipraktekkan dalam kehidupan nyata (sehari-hari) agar para siswa tidak sekadar unggul secara pengetahuan saja melainkan juga unggul dalam aspek sikap dan perilakunya sehingga pedidikan yang berkarakter pun bisa diraih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *